Ah.., setelah menunggu sekian waktu, novel terakhir tetralogi Laskar Pelangi ini akhirnya muncul juga. Kupahami karena momen sekarang ini memang bagus setelah susksesnya Film Laskar Pelangi.
Persis seperta Ikal janjikan bahwa di Novel terakhirnya dia akan menceritakan akhir babak para tokoh terdekatnya. Lintang, Mahar, Arai, dan tentu saja A Ling. Namun totally, aku menangkap sesuatu yang ganjil dari novel ini. Tidak penuh di Ikal memagang janji untuk mengisahkan para sahabat dan belaian hatinya itu. Malah sebagian besar dia bercerita tentang masyarakat di sekitar dia tinggal. Melayu, Hokian, Khek, Lanun.. dan hal-hal lainnya, serta beberapa bagian cerita yang seolah seperti bagian dari penebal novel itu saja.
Namun, tetap saja keindahan sihir kata-katanya membius setiap sorotan mataku membacanya. Amboi, cerdas nian kau buat karya ini Andrea Hirata… Setiap katanya menjadi sihir tersendiri yang dapat membangkitkan motivasi.
Terima kasih kawan, karyamu dengan setia menemaniku dalam perjalananku pergi dan pulang setelah kupenati otakku dengan rutinitas yang menjemukan itu… Semoga engkau hadirkan lagi karya-karya yang lain. Kutunggu…

0 komentar:
Posting Komentar